Do’a untuk yang terkasih

Tubuh ini mungkin kan terbalut kafan
Atau mungkin hanya tegeletak tiada guna di akhir jiwaku

Terserak tiada guna
Ya …. ! itu mungkin
sembari mencoba memungut biji putih bibit cahaya
pembawa menuju gerbang keabadianku

Aku Sang pengemis pun meminta
Meraung-raung tak karuan hanya untuk sebuah fatamorgana
Yang di tengah pintanya menjerit
Meringis merasakan pahit dan perihnya luka

ohhhhhh …
Andai saja
gumamnya dalam hati

Apa maksudmu Andai !?
Perntanyaan Spontan dari seorang lelaki di ujung sudut kamarnya
Andai aku seorang Sufi
jawabku atas pertanyaannya.

Demi masa
Demi Penguasa Alam Semesta Raya yang Agung
Tiada yang ku cinta dan ku kasihi selain Engkau
Karna akulah abdimu

Demi sebuah cinta yang telah Engkau singgahkan
Hamba hanya ingin menghantarkan sebuah nama
Nama yang hamba puja karna hamba memuja-Mu

Bila hamba boleh memohon
Aku tak inginkan 7 bidadari yang engkau janjikan pada para kekasih-Mu
Cukuplah satu …
Satu Bidadari yang telah engkau siratkan pada hamba di masa fana ini
Untuk menemani hamba di fana dan nyata selamanya

Bila boleh hamba memohon lagi
satu Doa untuk yang terkasih
Biarkan ia (kekasihku) terlelap, bermimpi dan terjaga dalam buaian selendang sutra berajut permata
dan Izinkanlah putih cahaya menerangi setiap tapak kaki penuai surganya
serta Ku mohon pada-Mu
cukup jejalkan batu dan jejarum yang melukaiku tanpa menggores kulit indahnya

Sungguh demi cinta yang kau siratkan
yang ku inginkan hanya keabadian

Hanya itu pintamu !!??
tanya lelaki itu
Hanya keabadian pintaku !

Gundahku

Entah ada apa dengan rasaku saat ini,
akupun tak mengerti tentang kau ..
Aku yang kau buai dengan kekalutan
yang terus menyelimuti
Terus merangkul jiwaku hingga tak mampu berkutik lagi…

Kau membuat ragaku lemas hanya dengan senyuman
Kau membuat jantung berhenti hanya dengan sapaan
dan kau akan membuatku mati seketika hanya dengan sentuhan

Kau terbayang…
dalam sebuah gundah gulana yang mengembang di pusara hatiku.
sebuah rasa yang terkubur indah telah terbangun hanya untuk melihatmu
Melihat senyum yang mencairkan kebekuan hatiku

Ketika ia membeku, ini akan mencair
Namum ketika membatu, hanya bisa di hancurkan
Maka tolong sentuh aku dengan kehangatanmu
Maka kau kan mencairkan kebekuan ini
Namun jika kau hantmkan palu egomu,
Kau akan hancurkan aku dan membuatku mati…

ini rasa
ini gulana
ini kepahitan
ini kebahagia’an
sebuah senyuman
sebuah sentuhan
sebuah cinta nan tulus untukmu
sebuah harapan yang bergulir untuk menyanjungmu
menggoreskan catatan indah tentangmu

Aku masih menunggu
karna ku tak bernyali
karna ku memang pengecut
aku masih menunggu

Malam 27 Ramadhan

Kemaren kebetulan aku dan temen-temenku pergi jalan-jalan ke Surabaya. yang waktu itu bertepatan malam 27 Ramadlan yang menurut kepercayaan orang Islam termasuk aku adalah dimana Malam Lailatul Qodar itu biasanya turun. Salah satu tempat tujuan kami adalah Makam Kanjeng Sunan Ampel. Rata-rata yang datang kesana rombongan baik sedesanya atau dari para santri pondok beserta pak kyainya. Bisa di tebak suasana di sana sangat rame banget. Sampe-sampe udah masuk makam mau duduk aja sulitnya bukan main buat cari tempat.

Ni photo suasana makam

Ya seneng juga soalnya banyak yang masih peduli dengan agama dan mau be’doa. he he he. Tapi yang membuatku sedih adalah, banyak sekali muda mudi yang gak tau aturan masuk makam dengan pakaian yang kurang sopan. seperti celana jeans dan kaos yang terlalu ketat sehingga kadang-kadang terlihat pusarnya saat tangan mereka diangkat. ditambah lagi gaya berkerudung yang gak islami sekali, seperti gaya artis kita saat ini. Ditambah lagi banyak pasangan muda mudi yang bergandengan tangan memeluk pinggang dsb. yang sama sekali gak pantas dilakukan di tempat seperti itu. Untuk photo pemudanya gak saya ambil selain untuk menjaga privasi orang, juga memotret disana dilarang. Maaf kalo saya motertnya nyuri-nyuri, tapi bukan untuk kejahatan lo.

nah nih orang-orang yang dateng rombongan. pas ku photo mereka mejeng. he he he. Sama suasana jalanan sekitar Ampel yang keliatan sepi.

Pulangnya  kita mampir ke taman bungkul. udah lama gak jalan-jalan ke Surabaya malem-malem. ya sekedar buat refresing. ternyata walaupun udah jam 2 malem di sana tetep rame. Banyak remaja yang masih asik dengan kegiatannya. Ada yang freestyle dengan sepedanya, ada yang Voli, futsal, pacaran, bengon, cari inspirasi. ya macem macem deh. Pokoknya rame banget. keliatan juga para pedagang yang juga masih terlihat berjualan di tepi jalan. ternyata mencari rizki itu gak kenal waktu biar malem tetep juga. salut buat mereka. ku juga bersyukur soalnya gak pake kerja malem. cukup pagi aja terus malemnya molor. kalo lagi gak ngantuk ya kayak gini jalan-jalan. ya namanya manusia semua udah ada jalanya masing-masing.

Roma

Photoku di Roma Italia

Lamunan

Guitar

erysaryos

enTAH

Tahu apa tidak mereka

Mengerti apa tidak dirinya

Entah sama halnya dengan semua atau hanya biasa saja

Fikirku

Jiwaku

Melayang diantara terpaan pasir gurun

dan tak mampu mencari oase yang kadang terlihat oleh  mataku

Ntah beritukah ?

Dasar Fatamorgana yang membisku akan cintanya

Atau memang kebodohan diriku

Siapa yang salah ?

Ntah

Terapi Mabuk Asmara

src_1352.jpg

Walaupun efek yang ditimbulkan penyakit al-‘isyq sangat hebat dan sulit melepaskan diri dari jeratannya namun bukanlah suatu hal yang mustahil apabila penderitanya bisa sembuh dan selamat dari penyakit ini. Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya obat itu mujarab bagi orang yang menerimanya. Adapun orang yang mencampuradukkannya niscaya obat itu tidak berguna baginya.” Maka orang yang benar-benar ingin sembuh, dia harus berupaya berobat. Namun jika tidak, niscaya penyakit akan tetap bercokol bahkan bisa jadi bertambah parah.

Berikut ini beberapa terapi yang dapat menyembuhkan dari mabuk asmara:

Ikhlas kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Jika seseorang yang terkena penyakit al-‘isyq benar-benar ikhlas dan menghadapkan wajahnya kepada Alloh dengan tulus, niscaya Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menolongnya dengan cara yang tiada pernah terlintas di hatinya. Dia akan menyingkirkan segala penghalang menuju jalan taubat.

Berdo’a.
Merendahkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit.

Menahan pandangan.
Ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati turut menahan syahwat dan keinginannya.

Banyak berpikir dan berdzikir.
Hendaklah setiap orang senantiasa ingat bahwa seluruh perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban. Seharusnya ia berpikir bahwa perbincangan dengan kekasihnya akan ditanyakan nanti di hari kiamat. Hendaklah dia berpikir betapa malu dirinya kelak ketika Allah mencela perbuatannya.

Menjauh dari orang yang dicintainya.
Sebab memisahkan diri dan menjauh akan mengusir bayangan orang yang dicintai dalam hatinya. Hendaklah ia bersabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit pada awalnya. Seiring dengan waktu, seluruh masalah akan menjadi mudah.

Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat.
Sebab mabuk cinta adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Tetapi ketika ia sibuk dengan hal-hal lain maka cintanya akan memudar, rindunya akan hilang dan akhirnya ia dapat melupakannya.

Menikah, sebab pernikahan itu mencukupi segalanya.
Penuh berkah dan menjadi solusi. Jika orang yang dicintainya adalah wanita yang mungkin dinikahinya maka hendaklah ia menikahinya. Jika sulit menikahinya hendaklah memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk memudahkannya. Jika ia tak bisa menikahinya karena sebab-sebab tertentu, maka hendaklah ia bersabar dan memohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar diberi jalan keluar.

Menengok orang sakit.
Mengiringi jenazah, menziarahi kubur, melihat orang mati, berpikir tentang kematian dan kehidupan setelahnya.

Senantiasa menghadiri majelis ilmu.
Duduk bersama orang-orang zuhud dan mendengar kisah-kisah orang shalih.

Memangkas habis ambisi.
Dengan cara membuang rasa putus asa disertai dengan keinginan keras untuk dapat menundukkan hawa nafsu.

Selalu konsisten menjaga sholat dengan sempurna.
Menjaga kewajiban-kewajiban sholat, baik berupa kekhusyukan dan kesempurnaannya secara lahir dan bathin.

Menjaga kharisma.
Agar tidak jatuh kepada kedudukan yang hina dina, tidak jatuh dalam perbuatan yang tercela dan segala bentuk yang dapat menghalangi keutamaan. Orang-orang yang memiliki harga diri tidak pernah mau terikat menjadi budak sesuatu. Lihat saja, betapa hawa nafsu menyebabkan orang-orang mulia menjadi hina.

Menjaga kemuliaan diri, kesucian dan menjaga kehormatannya.
Hal ini akan membuat seseorang jauh dari perkara yang akan meruntuhkan harga dirinya ataupun yang akan menjatuhkan martabatnya.

Membayangkan cela yang terdapat pada diri orang yang dicintainya.
Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita.”

Memikirkan akan ditinggal pergi orang yang dicintainya.
Baik ditinggal mati atau ditinggal pergi tanpa keinginannya atau ditinggal karena sudah bosan.

Memikirkan akibat perbuatannya.
Orang yang berakal adalah orang yang dapat menimbang apakah cintanya itu akan melahirkan kenikmatan ataukah kesengsaraan.

Meyakini Keutamaan Ujian Hidup.
Hendaknya orang yang ditimpa ujian seperti ini mengetahui bahwa ujian hidup merupakan sebab munculnya nilai keutamaan seseorang. Jika dia bersabar maka akan tampaklah keutamaannya, sempurnalah kemuliaannya dan derajatnya akan meningkat kepada level yang lebih tinggi.

Berpikir Kerugiannya.
Memikirkan betapa banyak hal-hal yang bermanfaat menjadi luput disebabkan menyibukkan diri dengan cinta seperti ini. Orang-orang yang mulia lebih mengutamakan santapan akalnya, walaupun tabi’atnya berusaha menggiringnya kepada syahwat jasmani.

Melihat konsisi para pemabuk cinta.
Bagaimana derita yang mereka tanggung. Bagaimana hidup mereka yang dikucilkan oleh masyarakat. Betapa berantakan segala urusan dunia dan akhirat mereka. Bandingkanlah orang-orang yang menghabiskan hidup untuk cinta buta dengan orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan luhur dan keinginan yang kuat.

Demikanlah di antaranya obat-obat yang dapat menangkal dan menyembuhkan penyakit mabuk asmara. Seperti yang telah disebutkan di atas, semua obat ini tidak akan manjur bila yang melakukannya tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ingin sembuh dari penyakitnya. Kita bermohon kepada Allah agar menjauhkan kita dari jalan-jalan kehancuran dan membimbing kita kepada kebaikan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam

(Sumber Rujukan: Diringkas dari kitab Al-‘Isyq, Bila Hati Dimabuk Cinta karya Muhammad Ibrahim Al-Hamd. oleh Ghani)

be your self n be your best

erysaryos Selamat di ERYSARYOS
aku kan menjadi dirimu disaat satu sisimu hilang.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.