Tubuh ini mungkin kan terbalut kafan
Atau mungkin hanya tegeletak tiada guna di akhir jiwaku
Terserak tiada guna
Ya …. ! itu mungkin
sembari mencoba memungut biji putih bibit cahaya
pembawa menuju gerbang keabadianku
Aku Sang pengemis pun meminta
Meraung-raung tak karuan hanya untuk sebuah fatamorgana
Yang di tengah pintanya menjerit
Meringis merasakan pahit dan perihnya luka
ohhhhhh …
Andai saja
gumamnya dalam hati
Apa maksudmu Andai !?
Perntanyaan Spontan dari seorang lelaki di ujung sudut kamarnya
Andai aku seorang Sufi
jawabku atas pertanyaannya.
Demi masa
Demi Penguasa Alam Semesta Raya yang Agung
Tiada yang ku cinta dan ku kasihi selain Engkau
Karna akulah abdimu
Demi sebuah cinta yang telah Engkau singgahkan
Hamba hanya ingin menghantarkan sebuah nama
Nama yang hamba puja karna hamba memuja-Mu
Bila hamba boleh memohon
Aku tak inginkan 7 bidadari yang engkau janjikan pada para kekasih-Mu
Cukuplah satu …
Satu Bidadari yang telah engkau siratkan pada hamba di masa fana ini
Untuk menemani hamba di fana dan nyata selamanya
Bila boleh hamba memohon lagi
satu Doa untuk yang terkasih
Biarkan ia (kekasihku) terlelap, bermimpi dan terjaga dalam buaian selendang sutra berajut permata
dan Izinkanlah putih cahaya menerangi setiap tapak kaki penuai surganya
serta Ku mohon pada-Mu
cukup jejalkan batu dan jejarum yang melukaiku tanpa menggores kulit indahnya
Sungguh demi cinta yang kau siratkan
yang ku inginkan hanya keabadian
Hanya itu pintamu !!??
tanya lelaki itu
Hanya keabadian pintaku !