Archive for September, 2011

Do’a untuk yang terkasih

Tubuh ini mungkin kan terbalut kafan
Atau mungkin hanya tegeletak tiada guna di akhir jiwaku

Terserak tiada guna
Ya …. ! itu mungkin
sembari mencoba memungut biji putih bibit cahaya
pembawa menuju gerbang keabadianku

Aku Sang pengemis pun meminta
Meraung-raung tak karuan hanya untuk sebuah fatamorgana
Yang di tengah pintanya menjerit
Meringis merasakan pahit dan perihnya luka

ohhhhhh …
Andai saja
gumamnya dalam hati

Apa maksudmu Andai !?
Perntanyaan Spontan dari seorang lelaki di ujung sudut kamarnya
Andai aku seorang Sufi
jawabku atas pertanyaannya.

Demi masa
Demi Penguasa Alam Semesta Raya yang Agung
Tiada yang ku cinta dan ku kasihi selain Engkau
Karna akulah abdimu

Demi sebuah cinta yang telah Engkau singgahkan
Hamba hanya ingin menghantarkan sebuah nama
Nama yang hamba puja karna hamba memuja-Mu

Bila hamba boleh memohon
Aku tak inginkan 7 bidadari yang engkau janjikan pada para kekasih-Mu
Cukuplah satu …
Satu Bidadari yang telah engkau siratkan pada hamba di masa fana ini
Untuk menemani hamba di fana dan nyata selamanya

Bila boleh hamba memohon lagi
satu Doa untuk yang terkasih
Biarkan ia (kekasihku) terlelap, bermimpi dan terjaga dalam buaian selendang sutra berajut permata
dan Izinkanlah putih cahaya menerangi setiap tapak kaki penuai surganya
serta Ku mohon pada-Mu
cukup jejalkan batu dan jejarum yang melukaiku tanpa menggores kulit indahnya

Sungguh demi cinta yang kau siratkan
yang ku inginkan hanya keabadian

Hanya itu pintamu !!??
tanya lelaki itu
Hanya keabadian pintaku !

Gundahku

Entah ada apa dengan rasaku saat ini,
akupun tak mengerti tentang kau ..
Aku yang kau buai dengan kekalutan
yang terus menyelimuti
Terus merangkul jiwaku hingga tak mampu berkutik lagi…

Kau membuat ragaku lemas hanya dengan senyuman
Kau membuat jantung berhenti hanya dengan sapaan
dan kau akan membuatku mati seketika hanya dengan sentuhan

Kau terbayang…
dalam sebuah gundah gulana yang mengembang di pusara hatiku.
sebuah rasa yang terkubur indah telah terbangun hanya untuk melihatmu
Melihat senyum yang mencairkan kebekuan hatiku

Ketika ia membeku, ini akan mencair
Namum ketika membatu, hanya bisa di hancurkan
Maka tolong sentuh aku dengan kehangatanmu
Maka kau kan mencairkan kebekuan ini
Namun jika kau hantmkan palu egomu,
Kau akan hancurkan aku dan membuatku mati…

ini rasa
ini gulana
ini kepahitan
ini kebahagia’an
sebuah senyuman
sebuah sentuhan
sebuah cinta nan tulus untukmu
sebuah harapan yang bergulir untuk menyanjungmu
menggoreskan catatan indah tentangmu

Aku masih menunggu
karna ku tak bernyali
karna ku memang pengecut
aku masih menunggu

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.